Segmentasi dan Target Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya penyedia produk/jasa dengan pembeli potensial yang disertai adanya produk/jasa yang ditawarkan. Gambaran mengenai pasar bukan hanya seperti pasar tradisional tapi pemasaran lewat online dapat disebut juga pasar karena hal tersebut juga menawarkan suatu barang atau jasa kepada pembeli.
Bukan hanya berniat mencari untung tetapi pasar harus lebih menekankan kepada segmen pasar (market segmentation), hal tersebut dilakukan agar suatu barang atau jasa suatu perusahaan dapat bertahan lama bahkan mencapai nilai keuntungan yang lebih.
Market segmentation adalah pemecahan pasar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan pelaku konsumen.
Ada dua sifat dalam market segmentation, yaitu:
1. Massa marketing adalah suatu pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli
Contoh: Pekan Raya Jakarta
2. Product variant marketing adalah memberikan variasi dalam product berupa barang atau jasa kepada pelanggan baik secara feature, kualitas maupun ukuran kemasan.
Contoh: orang dahulu mengenal McD hanya sekedar tempat makan tetapi sekarang McD bukan hanya sekedar tempat makan saja, tempat tersebut juga menyediakan sarana bermain untuk keluarga yang membawa anak mereka bahkan tempat yang nyaman untuk berbincang-bincang.
Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa tidak mau barang atau jasa yang ditawarkan hanya sekedar bertahan tetapi juga harus mengalami peningkatan baik secara materi maupun kesan dalam masyarakat. Oleh sebab itu, segmen pasar harus membuat target pemasaran akan barang atau jasa yang ditawarkan.
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam membuat target pemasaran suatu barang atau jasa, yaitu:
1. Mengidentifikasi segmen pasar
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi segmen pasar, yaitu:
a. Aspek geografis
Dalam aspek geografis yang harus diperhatikan adalah wilayah atau tempat barang atau jasa yang ditawarkan serta akses untuk mencapai tempat yang ditawarkan
b. Aspek demografis
Aspek demografis lebih memperhatikan kepada jumlah kepadatan penduduk akan tempat barang atau jasa yang ditawarkan
c. Aspek psikologis
Aspek psikologis menekankan pada perusahaan harus memperhatikan ke arah kelas sosial, dimana dari masyarakat kelas menengah kebawah hingga kelas mengengah keatas dapat menjangkau perusahaan yang kita miliki.
d. Aspek biografis
2. Memposisikan atau mempersepsikan profil konsumen
Selain itu perlu diperhatikan pula dari segi life style, personality chacarter, behavior segmentation, sikap, penggunaan, respon terhadap produk, serta manfaat yang diperoleh oleh pelanggan.
Saturday, March 26, 2011
Tuesday, March 22, 2011
Analisis Lingkungan dalam Aspek Manajemen Pemasaran
Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal
Lingkungan adalah sesuatu yang bersifat fisik dan non fisik yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Sedangkan lingkungan dalam lingkup manajemen sendiri diartikan sebagai pelaku dan kekuatan yang di luar marketing yang mempengaruhi kemampuan pemasaran untuk mengembangkan transaksi dengan pelanggan berjalan lancar.
Lingkungan dalam lingkup manajemen sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Internal (dalam organisasi)
a.Manusia
Kemampuan
Penempatan posisi berupa reward atau penghargaan baik bersifat materi (gaji) dan non materi (apresiasi)
Komitmen
Promosi
b.Kebijakan
Visi dan misi
Sasaran
Segmen pasar
Filosofi marketing
Materi marketing
sosial marketing
c.Kepemimpinan
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan seseorang:
. Gaya
- Otoriter (terpusat)
- Kesepakatan (demokrasi)
- Kepercayaan (pelimpahan wewenang)
- Tugas (task oriented)
- People oriented
. Kompetensi teknis
. Kemampuan manajerial (5w + 1h)
. Penempatan pegawai
. Memberi motivasi
d. Sarana dan Prasarana
. Tata ruang
- Penerangan
- Sirkulasi udara
- Akses
- Kelengkapan
. Keamanan
- Tingkat celaka / kesalahan
- transportasi
e. Budaya
. Nilai-nilai dasar
. Tampilan fisik
. Bangunan
. Seragam / pakaian yang menjadi ciri khas organisasi tersebut
. Akulturasi budaya
2. Eksternal (luar organisasi)
a. Demografis
. Kepadatan pendidikan
. Lokasi
. Usia
. Gender
. Ras
. Pekerjaan
b. Economic environment daya beli masyarakat
c. Natural environment
d. Technological environment tepat guna
e. Political environment
f. Culture environment
Lingkungan adalah sesuatu yang bersifat fisik dan non fisik yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Sedangkan lingkungan dalam lingkup manajemen sendiri diartikan sebagai pelaku dan kekuatan yang di luar marketing yang mempengaruhi kemampuan pemasaran untuk mengembangkan transaksi dengan pelanggan berjalan lancar.
Lingkungan dalam lingkup manajemen sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Internal (dalam organisasi)
a.Manusia
Kemampuan
Penempatan posisi berupa reward atau penghargaan baik bersifat materi (gaji) dan non materi (apresiasi)
Komitmen
Promosi
b.Kebijakan
Visi dan misi
Sasaran
Segmen pasar
Filosofi marketing
Materi marketing
sosial marketing
c.Kepemimpinan
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan seseorang:
. Gaya
- Otoriter (terpusat)
- Kesepakatan (demokrasi)
- Kepercayaan (pelimpahan wewenang)
- Tugas (task oriented)
- People oriented
. Kompetensi teknis
. Kemampuan manajerial (5w + 1h)
. Penempatan pegawai
. Memberi motivasi
d. Sarana dan Prasarana
. Tata ruang
- Penerangan
- Sirkulasi udara
- Akses
- Kelengkapan
. Keamanan
- Tingkat celaka / kesalahan
- transportasi
e. Budaya
. Nilai-nilai dasar
. Tampilan fisik
. Bangunan
. Seragam / pakaian yang menjadi ciri khas organisasi tersebut
. Akulturasi budaya
2. Eksternal (luar organisasi)
a. Demografis
. Kepadatan pendidikan
. Lokasi
. Usia
. Gender
. Ras
. Pekerjaan
b. Economic environment daya beli masyarakat
c. Natural environment
d. Technological environment tepat guna
e. Political environment
f. Culture environment
Monday, March 7, 2011
Konsep Dasar Jasa
A. Pengertian Jasa
Phillip Kotler
Adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.
Adrian Payne
Adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau rnanfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik.
Christian Gronross
Adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan". Interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi di mana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahaan jasa.
Jadi dapat disimpulkan, Jasa (services) adalah suatu rangkaian tindakan yang ditawarkan oleh produsen kepada pihak lain yang terjadi di tempat terjadinya interaksi dengan melibatkan manusia (human), atau mesin (machine) yang mengarah kepada kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
B. Karakteristik Jasa
Berdasarkan pengertian jasa di atas, Tjiptono (2004:18) mengutarakan ada lima karakteristik utama jasa bagi pembeli pertamanya.
1. Intangibility (tidak berwujud). Jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha.
Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.
2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.
3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah) Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.
4. Perishability (tidak tahan lama) Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan.
5. Lack of Ownership Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbagan san pendidikan).
C. Fator-faktor dan Kunci Sukses Pengembangan Jasa
1. Reniewing the service: mempembaharui jasa yang ditawarkan kepada konsumen
Untuk memperbaharui jasa diperlukan beberapa tahapan:
• Melakukan survey pada konsumen yang menggunakan jasa
• Detection problem: setelah survey dilakukan maka akan ditemukan sebuah masalah atau kebutuhan yang konsumen butuhkan terhadap jasa yang ditawarkan
• Computerized analyzing: analisa sebuah permasalahan sebaiknya tidak dilakukan secara manual tetapi lebih baik analisis permasalahan menggunakan system komputerisasi agar tingkat kesalahan dapat diminimalisirkan.
• Answer service: tahapan akhir sebuah jawaban dari setiap masalah yang konsumen harapkan dari produsen.
2. Localizing service point: menyediakan tempat layanan jasa yang mudah diakses oleh konsumen
Available crucial (ketersediaan produk pada titik-titik yang strategis) merupakan cara yang dilakukan pada tahapan localizing service point.
3. Leverage Contract: kesepakatan antara konsumen dan produsen
Penggunaan membership pada tahapan leverage contract dapat menarik para konsumen untuk terus menggunakan jasa yang kita tawarkan.
4. Power of Information: menggunakan kekuatan media sangatlah tepat dalam mengembangkan jasa. Penggunaan kekuatan informasi bisa melalui Koran, majalah, televisi, ataupun internet.
5. Strategic Value: penentuan nilai strategis pada konsumen.
Setelah jasa yang kita tawarkan kepada konsumen mendapat respon positif dari masyarakat, produsen dapat memperluas segmen pasar nya dengan cara menambah produk jasa yang kita tawarkan kepada konsumen.
Phillip Kotler
Adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.
Adrian Payne
Adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau rnanfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik.
Christian Gronross
Adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan". Interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi di mana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahaan jasa.
Jadi dapat disimpulkan, Jasa (services) adalah suatu rangkaian tindakan yang ditawarkan oleh produsen kepada pihak lain yang terjadi di tempat terjadinya interaksi dengan melibatkan manusia (human), atau mesin (machine) yang mengarah kepada kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
B. Karakteristik Jasa
Berdasarkan pengertian jasa di atas, Tjiptono (2004:18) mengutarakan ada lima karakteristik utama jasa bagi pembeli pertamanya.
1. Intangibility (tidak berwujud). Jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha.
Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.
2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.
3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah) Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.
4. Perishability (tidak tahan lama) Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan.
5. Lack of Ownership Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbagan san pendidikan).
C. Fator-faktor dan Kunci Sukses Pengembangan Jasa
1. Reniewing the service: mempembaharui jasa yang ditawarkan kepada konsumen
Untuk memperbaharui jasa diperlukan beberapa tahapan:
• Melakukan survey pada konsumen yang menggunakan jasa
• Detection problem: setelah survey dilakukan maka akan ditemukan sebuah masalah atau kebutuhan yang konsumen butuhkan terhadap jasa yang ditawarkan
• Computerized analyzing: analisa sebuah permasalahan sebaiknya tidak dilakukan secara manual tetapi lebih baik analisis permasalahan menggunakan system komputerisasi agar tingkat kesalahan dapat diminimalisirkan.
• Answer service: tahapan akhir sebuah jawaban dari setiap masalah yang konsumen harapkan dari produsen.
2. Localizing service point: menyediakan tempat layanan jasa yang mudah diakses oleh konsumen
Available crucial (ketersediaan produk pada titik-titik yang strategis) merupakan cara yang dilakukan pada tahapan localizing service point.
3. Leverage Contract: kesepakatan antara konsumen dan produsen
Penggunaan membership pada tahapan leverage contract dapat menarik para konsumen untuk terus menggunakan jasa yang kita tawarkan.
4. Power of Information: menggunakan kekuatan media sangatlah tepat dalam mengembangkan jasa. Penggunaan kekuatan informasi bisa melalui Koran, majalah, televisi, ataupun internet.
5. Strategic Value: penentuan nilai strategis pada konsumen.
Setelah jasa yang kita tawarkan kepada konsumen mendapat respon positif dari masyarakat, produsen dapat memperluas segmen pasar nya dengan cara menambah produk jasa yang kita tawarkan kepada konsumen.
Thursday, March 3, 2011
Gombalan jurusan kuliah
Ni buat para mahasiswa..
Pasti pernah mengalami hal-hal seperti digambarkan di bawah ini. Langsung liat aja ya....
Pasti senyum2 sendiri. ^^
check this out.....!!!!
Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan ‘CINTA HABIS’ soalnya kamu telah memborong semua cintaku.
Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New “Romance”.
Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu.
Jurusan Teknik Elektro: Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku.
Jurusan Geofisika: perlu banyak alat untuk tahu apa isi bumi, tapi tak perlu banyak alat untukmu mengetahui isi hatiku
Jurusan Kedokteran: tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku
Jurusan Teknik Lingkungan: Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku.
Jurusan Seni Rupa: Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang.
Jurusan Seni Musik: aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni
Jurusan Keperawatan: Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi.
Pasti pernah mengalami hal-hal seperti digambarkan di bawah ini. Langsung liat aja ya....
Pasti senyum2 sendiri. ^^
check this out.....!!!!
Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan ‘CINTA HABIS’ soalnya kamu telah memborong semua cintaku.
Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New “Romance”.
Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu.
Jurusan Teknik Elektro: Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku.
Jurusan Geofisika: perlu banyak alat untuk tahu apa isi bumi, tapi tak perlu banyak alat untukmu mengetahui isi hatiku
Jurusan Kedokteran: tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku
Jurusan Teknik Lingkungan: Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku.
Jurusan Seni Rupa: Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang.
Jurusan Seni Musik: aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni
Jurusan Keperawatan: Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi.
Monday, February 28, 2011
resume manajemen pemasaran
1.1. Definisi manajemen, pemasaran dan manajemen pemasaran
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien
Sedangkan pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
Jadi Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan(yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.
1.2. KONSEP INTI PEMASARAN
KEBUTUHAN
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena ukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas consumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
KEINGINAN
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaza dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut terhgantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.
PERMINTAAN
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
PRODUK (Organisasi, jasa, ide)
Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras untuk mempelajarinya, mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku konsumen, menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau jasa apa yang sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain. Dengan kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen dapat memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk. Produk tidak hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Contoh : perusahaan manufaktur menyediakan : barang (komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman, pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan), ide / gagasan (kekuatan / keunggulan jenis komputer)
NILAI PELANGGAN
Karena semua perusahaan berusaha menwarkan produk dan jasa yang superior, maka konsumen dihadapkan pada pilihan yang beraneka ragam. Konsumen membuat pilihan pembeli berdasarkan pada persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati pelanggan karen memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya total yang menyertai produk tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu, biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nialai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk membeli ulang produk tersebut.
KEPUASAN PELANGGAN
Kepuasan pelanggan tergangtung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relative terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi harapa, pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat merekaserahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.
MUTU
Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa dan proses pemasaran secara terus menerus. TQM memiliki komitmen antara lain :
- focus terhadap pelanggan
- memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
- menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
- memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses
- memperbaiki proses secara kesinambungan
- menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan
PERTUKARAN
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan.
Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar pertukaran dapat terjadi:
a. terdapat sedikitnya dua pihak
b. masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain
c. masing-masing pihak mampu berkomunitas dan melakukan penyerahan
d. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran
e. Masing-masing pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat (negoisasi)
TRANSAKSI
Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat.
HUBUNGAN
Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain hubungan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang antara lain:
- saling mempercayai, saling menguntungkan
- menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang pantas antar pihak
- menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang berkepentingan
- menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan
JARINGAN
Jeringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung ; pelanggan, supliré, distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama dengan firm telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
PASAR
Pasar terdiri dari semua pelanggan potencial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
PEMASAR DAN CALON PEMBELI
Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.
Jadi konsep inti pemasaran adalah :
- proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran
- penetapan harga, promosi
- penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.
1.3. FILOSOFI MANAJEMEN PEMASARAN
Ada falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran ini untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan dan masyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perlu ada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam Kottler (1997), landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:
1. KONSEP PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan produk lebih besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalah harga rendah dengan barang yang menarik.
2. KONSEP PRODUK
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.
3. KONSEP PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen.
4. KONSEP PEMASARAN
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini membingungkan bila dibandingkan dengan konsep penjualan.
Mengapa konsep pemasaran mulai diberlakukan?
a. Penjualan mulai turun
b. Pertumbuhan produk melambat
c. Pola pembelian yang berubah
d. Persaingan yang meningkat
e. Biaya penjualan meningkat. Perusahaan mandapati pengeluaran mereka untuk iklan, promosi penjualan terasa lepas kendali sehingga manajemen memutuskan untuk melakukan audit pemasaran untuk menyempurnakan konsep mana yang akan dipakai.
5. KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL
Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu : laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien
Sedangkan pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
Jadi Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan(yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.
1.2. KONSEP INTI PEMASARAN
KEBUTUHAN
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena ukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas consumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
KEINGINAN
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaza dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut terhgantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.
PERMINTAAN
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
PRODUK (Organisasi, jasa, ide)
Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha keras untuk mempelajarinya, mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku konsumen, menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau jasa apa yang sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain. Dengan kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen dapat memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk. Produk tidak hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan. Contoh : perusahaan manufaktur menyediakan : barang (komputer, monitor, printer), jasa (pengiriman, pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan), ide / gagasan (kekuatan / keunggulan jenis komputer)
NILAI PELANGGAN
Karena semua perusahaan berusaha menwarkan produk dan jasa yang superior, maka konsumen dihadapkan pada pilihan yang beraneka ragam. Konsumen membuat pilihan pembeli berdasarkan pada persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati pelanggan karen memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya total yang menyertai produk tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil pemasar, biaya waktu, biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian nialai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan dan peluang untuk membeli ulang produk tersebut.
KEPUASAN PELANGGAN
Kepuasan pelanggan tergangtung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relative terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi harapa, pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat merekaserahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.
MUTU
Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total Quality Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu produk, jasa dan proses pemasaran secara terus menerus. TQM memiliki komitmen antara lain :
- focus terhadap pelanggan
- memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
- menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
- memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki proses
- memperbaiki proses secara kesinambungan
- menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan
PERTUKARAN
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan.
Ada 5 kondisi yang harus dipenuhi agar pertukaran dapat terjadi:
a. terdapat sedikitnya dua pihak
b. masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin berharga bagi pihak lain
c. masing-masing pihak mampu berkomunitas dan melakukan penyerahan
d. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak tawaran pertukaran
e. Masing-masing pihak yakin bahwa berunding dengan pihak lain adalah layak dan bermanfaat (negoisasi)
TRANSAKSI
Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua macam nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan tempat.
HUBUNGAN
Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin bernilai dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata lain hubungan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan dengan pihak-pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna mempertahankan bisnis jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam jangka panjang antara lain:
- saling mempercayai, saling menguntungkan
- menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang pantas antar pihak
- menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang berkepentingan
- menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan
JARINGAN
Jeringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung ; pelanggan, supliré, distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama dengan firm telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.
PASAR
Pasar terdiri dari semua pelanggan potencial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.
PEMASAR DAN CALON PEMBELI
Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam pertukaran tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.
Jadi konsep inti pemasaran adalah :
- proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran
- penetapan harga, promosi
- penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi.
1.3. FILOSOFI MANAJEMEN PEMASARAN
Ada falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran ini untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran. Pemberian bobot yang harus diberikan pada organisasi, pelanggan dan masyarakat yang berkepentingan seringkali saling bertentangan. Sehingga perlu ada landasan dari aktifitas pemasaran organisasi tersebut. Dalam Kottler (1997), landasan ini dikelompokkan dalam lima konsep alternative antara lain:
1. KONSEP PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau serta manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi distribusi. Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini masih berlaku dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan produk lebih besar dari penawannya ; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi, perusahaan yang bekerja dengan falsafah ini menghadapi resiko tinggi dengan focus terlalu sempit pada operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalah harga rendah dengan barang yang menarik.
2. KONSEP PRODUK
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk bermutu terbaik dan sifat paling inovatif dan bahwa organisasi harus mencurahkan energi untuk terus menerus melakukan perbaikan produk.
3. KONSEP PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak dicari, yaitu barang yang mungkin tidak terpikirkan untuk dibeli oleh konsumen, contoh : ensiklopedia, asuransi,dll. Industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada konsumen. Tujuannya adalah menjual yang perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan masyarakat konsumen.
4. KONSEP PEMASARAN
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Kemungkinan konsep ini membingungkan bila dibandingkan dengan konsep penjualan.
Mengapa konsep pemasaran mulai diberlakukan?
a. Penjualan mulai turun
b. Pertumbuhan produk melambat
c. Pola pembelian yang berubah
d. Persaingan yang meningkat
e. Biaya penjualan meningkat. Perusahaan mandapati pengeluaran mereka untuk iklan, promosi penjualan terasa lepas kendali sehingga manajemen memutuskan untuk melakukan audit pemasaran untuk menyempurnakan konsep mana yang akan dipakai.
5. KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL
Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor yang penting, yaitu : laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.
Monday, October 11, 2010
manajemen keuangan
Pengertian keuangan dan manajemen keuangan
Manajemen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai ekonomis atau kekayaan. Konsekuensinya, semua pengambilan keputusan harus difokuskan pada penciptaan kekayaan. Demikianlah, kita akan berhadapan dengan keputusan keuangan seperti ketika memperkenalokan produk baru, kapan melakukan investasi dalam aset baru, kapan harus mengganti aset yang sudah ada, kapan melakukan pinjaman dari Bank, kapan mengeluarkan saham atau obligasi, kapan untuk memperluas kredit ke pelanggan, dan berapa banyak kas untuk pemeliharaan.
Bentuk Hukum Organisasi Bisnis
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah suatu bisnis yang dimiliki oleh perseorangan. Pemilik berhak pada atas seluruh harta perusahaan dan secara pribadi bertanggung jawab tanpa batas, termasuk segala kewajiban yang timbul. Bentuk perusahaan ini biasa dipilih untuk memulai suatu usaha. Umumnya tidak ada persyaratan hukum yang harus dipenuhi untuk memulai suatu usaha, apalagi jika usaha tersebut memakai nama pemilik itu sendiri. Beban registrasi yang relatif kecil akan dikenakan, jika perusahaan memakai sebuah nama khusus.
2. Persekutuan
Perbedaan dasar antara bentuk perusahaan perorangan dengan persekutuan adalah dalam hal kepemilikannya yang berjumlah lebih dari satu orang. Persekutuan adalah suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bertindak sebagai pemilik dan menjalankan usaha untuk mencari keuntungan.
Persekutuan dibagi menjadi 2 bentuk :
1) Persekutuan Umum
Di dalam persekutuan umum, setiap sekutu bertanggung jawab penuh atas semua kewajiban yang timbul dari para sekutunya. Jadi, tindakan salah satu sekutu juga menjadi tanggung jawab para sekutu lainnya.bentuk hubungan kerjasama diantara para sekutu diatur dalam sebuah perjanjian baik secara lisan maupun resmi tertulis.
2) Persekutuan Komanditer
Berbeda dengan persekutuan biasa, persekutuan komanditer memberikan kemungkinan bagi setiap sekutunya memiliki kewajiban yang terbatas, hanya sebesar modal yang ditanamkan dalam persekutuan. Untuk menjadi sebuah persekutuan komanditer ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, harus ada sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas jalannya perusahaan. Kedua, nama-nama sekutu komanditer tidak muncul dalam nama perusahaan. Ketiga, para sekutu komanditer tidak terlibat langsung dalam manajemen perusahaan.
3. Korporasi
Korporasi adalah badan hukum yang memiliki kekayaan tersendiri yang terpisah dari harta kekayaan para pemilik perusahaan. Sehingga, korporasi bisa secara individu menggunggat dan digugat, membeli, dan menjual, atau memiliki hak milik ; dan para pelaku perusahaan tersebut tunduk terhadap hukuman atas kejahatan yang mereka lakukan. Korporasi terdiri atas pemilik yang menegaskan kebijakan dan arah perusahaan. Pemilik memilih dewan direktur, yang anggotanya pada gilirannya memilih individu untuk bertindak sebagai pegawai perusahaan, mencakup direktur, wakil ketua, sekertaris, dan pejabat keuangan. Kepemilikan dicerminkan dalam sertifikat saham bersama, yang mencatat banyaknya saham yang dimiliki oleh pemiliknya.
FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Pada dasarnya fungsi manajemen keuangan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan aktifitas yang dilakukan untuk memperkirakan kegiatan di masa yang akan datang.
Oleh sebab itu, perencanaan harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
a. Perencanaan dirumuskan secara jelas dan dijabarkan
b. Adanya kebijakan untuk mencapai tujuan dalam garis besarnya
c. Adanya prosedur pembagian tugas serta hubungan antara anggota kelompok masing-masing
d. Penetapan standart kemajuan yang hendak dicapai
e. Adanya langkah-langkah untuk mencapai tujuan
2. Pengorganisasian( organizing)
Merupakan kegiatan untuk mengatur, menyusun, membagi tugas dan pemberian wewenang kepada anggota organisasi. Dalam organisasi terdapat dua asas pokok yang perlu diperhatikan di antaranya:
a. Koordinasi yang menitikberatkan pada pengaturan dan pemeliharaan tata hubungan
b. Hierarki yang difokuskan pada proses pewujudan koordinasi dalam organisasi
3. Penggerakan (Actuating)
Merupakan kegiatan atau tindakan usaha mengusahakan agar anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan kebijakan organisasi.
4.Pengawasan (controlling)
Pengawasan perlu dilakukan agar pekerjaan dapat berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapka. Kegiatan pengawasan dapat berbentuk pemeriksaan, pengecekan serta usaha dalam pencegahan terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.
TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN
Tujuan dari manajemen perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan.
Nilai perusahaan adalah harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin besar kemakmuran yang aka diterima oleh pemilik perusahaan.memaksimalkan nilai perusahaan tidak akan sama dengan memaksimal laba dalam pengertian ekonomi. Hal ini disebabkan karena laba ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan yang biasa dikonsumsi tanpa membuat pemilik kekayaan menjadi miskin.
Manajemen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai ekonomis atau kekayaan. Konsekuensinya, semua pengambilan keputusan harus difokuskan pada penciptaan kekayaan. Demikianlah, kita akan berhadapan dengan keputusan keuangan seperti ketika memperkenalokan produk baru, kapan melakukan investasi dalam aset baru, kapan harus mengganti aset yang sudah ada, kapan melakukan pinjaman dari Bank, kapan mengeluarkan saham atau obligasi, kapan untuk memperluas kredit ke pelanggan, dan berapa banyak kas untuk pemeliharaan.
Bentuk Hukum Organisasi Bisnis
1. Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah suatu bisnis yang dimiliki oleh perseorangan. Pemilik berhak pada atas seluruh harta perusahaan dan secara pribadi bertanggung jawab tanpa batas, termasuk segala kewajiban yang timbul. Bentuk perusahaan ini biasa dipilih untuk memulai suatu usaha. Umumnya tidak ada persyaratan hukum yang harus dipenuhi untuk memulai suatu usaha, apalagi jika usaha tersebut memakai nama pemilik itu sendiri. Beban registrasi yang relatif kecil akan dikenakan, jika perusahaan memakai sebuah nama khusus.
2. Persekutuan
Perbedaan dasar antara bentuk perusahaan perorangan dengan persekutuan adalah dalam hal kepemilikannya yang berjumlah lebih dari satu orang. Persekutuan adalah suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bertindak sebagai pemilik dan menjalankan usaha untuk mencari keuntungan.
Persekutuan dibagi menjadi 2 bentuk :
1) Persekutuan Umum
Di dalam persekutuan umum, setiap sekutu bertanggung jawab penuh atas semua kewajiban yang timbul dari para sekutunya. Jadi, tindakan salah satu sekutu juga menjadi tanggung jawab para sekutu lainnya.bentuk hubungan kerjasama diantara para sekutu diatur dalam sebuah perjanjian baik secara lisan maupun resmi tertulis.
2) Persekutuan Komanditer
Berbeda dengan persekutuan biasa, persekutuan komanditer memberikan kemungkinan bagi setiap sekutunya memiliki kewajiban yang terbatas, hanya sebesar modal yang ditanamkan dalam persekutuan. Untuk menjadi sebuah persekutuan komanditer ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, harus ada sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas jalannya perusahaan. Kedua, nama-nama sekutu komanditer tidak muncul dalam nama perusahaan. Ketiga, para sekutu komanditer tidak terlibat langsung dalam manajemen perusahaan.
3. Korporasi
Korporasi adalah badan hukum yang memiliki kekayaan tersendiri yang terpisah dari harta kekayaan para pemilik perusahaan. Sehingga, korporasi bisa secara individu menggunggat dan digugat, membeli, dan menjual, atau memiliki hak milik ; dan para pelaku perusahaan tersebut tunduk terhadap hukuman atas kejahatan yang mereka lakukan. Korporasi terdiri atas pemilik yang menegaskan kebijakan dan arah perusahaan. Pemilik memilih dewan direktur, yang anggotanya pada gilirannya memilih individu untuk bertindak sebagai pegawai perusahaan, mencakup direktur, wakil ketua, sekertaris, dan pejabat keuangan. Kepemilikan dicerminkan dalam sertifikat saham bersama, yang mencatat banyaknya saham yang dimiliki oleh pemiliknya.
FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Pada dasarnya fungsi manajemen keuangan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan aktifitas yang dilakukan untuk memperkirakan kegiatan di masa yang akan datang.
Oleh sebab itu, perencanaan harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
a. Perencanaan dirumuskan secara jelas dan dijabarkan
b. Adanya kebijakan untuk mencapai tujuan dalam garis besarnya
c. Adanya prosedur pembagian tugas serta hubungan antara anggota kelompok masing-masing
d. Penetapan standart kemajuan yang hendak dicapai
e. Adanya langkah-langkah untuk mencapai tujuan
2. Pengorganisasian( organizing)
Merupakan kegiatan untuk mengatur, menyusun, membagi tugas dan pemberian wewenang kepada anggota organisasi. Dalam organisasi terdapat dua asas pokok yang perlu diperhatikan di antaranya:
a. Koordinasi yang menitikberatkan pada pengaturan dan pemeliharaan tata hubungan
b. Hierarki yang difokuskan pada proses pewujudan koordinasi dalam organisasi
3. Penggerakan (Actuating)
Merupakan kegiatan atau tindakan usaha mengusahakan agar anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan kebijakan organisasi.
4.Pengawasan (controlling)
Pengawasan perlu dilakukan agar pekerjaan dapat berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapka. Kegiatan pengawasan dapat berbentuk pemeriksaan, pengecekan serta usaha dalam pencegahan terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.
TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN
Tujuan dari manajemen perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan.
Nilai perusahaan adalah harga yang bersedia di bayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin besar kemakmuran yang aka diterima oleh pemilik perusahaan.memaksimalkan nilai perusahaan tidak akan sama dengan memaksimal laba dalam pengertian ekonomi. Hal ini disebabkan karena laba ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan yang biasa dikonsumsi tanpa membuat pemilik kekayaan menjadi miskin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
