Pages

Saturday, March 26, 2011

Segmentasi and Target Pasar

Segmentasi dan Target Pasar

Pasar adalah tempat bertemunya penyedia produk/jasa dengan pembeli potensial yang disertai adanya produk/jasa yang ditawarkan. Gambaran mengenai pasar bukan hanya seperti pasar tradisional tapi pemasaran lewat online dapat disebut juga pasar karena hal tersebut juga menawarkan suatu barang atau jasa kepada pembeli.
Bukan hanya berniat mencari untung tetapi pasar harus lebih menekankan kepada segmen pasar (market segmentation), hal tersebut dilakukan agar suatu barang atau jasa suatu perusahaan dapat bertahan lama bahkan mencapai nilai keuntungan yang lebih.
Market segmentation adalah pemecahan pasar sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan pelaku konsumen.
Ada dua sifat dalam market segmentation, yaitu:
1. Massa marketing adalah suatu pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli
Contoh: Pekan Raya Jakarta
2. Product variant marketing adalah memberikan variasi dalam product berupa barang atau jasa kepada pelanggan baik secara feature, kualitas maupun ukuran kemasan.
Contoh: orang dahulu mengenal McD hanya sekedar tempat makan tetapi sekarang McD bukan hanya sekedar tempat makan saja, tempat tersebut juga menyediakan sarana bermain untuk keluarga yang membawa anak mereka bahkan tempat yang nyaman untuk berbincang-bincang.
Perusahaan yang memproduksi barang atau jasa tidak mau barang atau jasa yang ditawarkan hanya sekedar bertahan tetapi juga harus mengalami peningkatan baik secara materi maupun kesan dalam masyarakat. Oleh sebab itu, segmen pasar harus membuat target pemasaran akan barang atau jasa yang ditawarkan.
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam membuat target pemasaran suatu barang atau jasa, yaitu:
1. Mengidentifikasi segmen pasar
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengidentifikasi segmen pasar, yaitu:
a. Aspek geografis
Dalam aspek geografis yang harus diperhatikan adalah wilayah atau tempat barang atau jasa yang ditawarkan serta akses untuk mencapai tempat yang ditawarkan
b. Aspek demografis
Aspek demografis lebih memperhatikan kepada jumlah kepadatan penduduk akan tempat barang atau jasa yang ditawarkan
c. Aspek psikologis
Aspek psikologis menekankan pada perusahaan harus memperhatikan ke arah kelas sosial, dimana dari masyarakat kelas menengah kebawah hingga kelas mengengah keatas dapat menjangkau perusahaan yang kita miliki.
d. Aspek biografis
2. Memposisikan atau mempersepsikan profil konsumen
Selain itu perlu diperhatikan pula dari segi life style, personality chacarter, behavior segmentation, sikap, penggunaan, respon terhadap produk, serta manfaat yang diperoleh oleh pelanggan.

Tuesday, March 22, 2011

Analisis Lingkungan dalam Aspek Manajemen Pemasaran

Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal
Lingkungan adalah sesuatu yang bersifat fisik dan non fisik yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Sedangkan lingkungan dalam lingkup manajemen sendiri diartikan sebagai pelaku dan kekuatan yang di luar marketing yang mempengaruhi kemampuan pemasaran untuk mengembangkan transaksi dengan pelanggan berjalan lancar.
Lingkungan dalam lingkup manajemen sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Internal (dalam organisasi)
a.Manusia
Kemampuan
Penempatan posisi berupa reward atau penghargaan baik bersifat materi (gaji) dan non materi (apresiasi)
Komitmen
Promosi
b.Kebijakan
Visi dan misi
Sasaran
Segmen pasar
Filosofi marketing
Materi marketing
sosial marketing
c.Kepemimpinan
faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan seseorang:
 . Gaya
- Otoriter (terpusat)
- Kesepakatan (demokrasi)
- Kepercayaan (pelimpahan wewenang)
- Tugas (task oriented)
- People oriented
. Kompetensi teknis
. Kemampuan manajerial (5w + 1h)
 . Penempatan pegawai
. Memberi motivasi
d. Sarana dan Prasarana
. Tata ruang
- Penerangan
- Sirkulasi udara
- Akses
- Kelengkapan
. Keamanan
- Tingkat celaka / kesalahan
- transportasi
e. Budaya
. Nilai-nilai dasar
. Tampilan fisik
. Bangunan
. Seragam / pakaian yang menjadi ciri khas organisasi tersebut
. Akulturasi budaya
2. Eksternal (luar organisasi)
a. Demografis
. Kepadatan pendidikan
. Lokasi
. Usia
. Gender
. Ras
. Pekerjaan
b. Economic environment  daya beli masyarakat
c. Natural environment
d. Technological environment  tepat guna
e. Political environment
f. Culture environment

Monday, March 7, 2011

Konsep Dasar Jasa

A. Pengertian Jasa
Phillip Kotler
Adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.
Adrian Payne
Adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau rnanfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik.
Christian Gronross
Adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya (namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan". Interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan kerapkali terjadi dalam jasa, sekalipun pihak-pihak yang terlibat mungkin tidak menyadarinya. Selain itu, dimungkinkan ada situasi di mana pelanggan sebagai individu tidak berinteraksi langsung dengan perusahaan jasa.
Jadi dapat disimpulkan, Jasa (services) adalah suatu rangkaian tindakan yang ditawarkan oleh produsen kepada pihak lain yang terjadi di tempat terjadinya interaksi dengan melibatkan manusia (human), atau mesin (machine) yang mengarah kepada kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
B. Karakteristik Jasa
Berdasarkan pengertian jasa di atas, Tjiptono (2004:18) mengutarakan ada lima karakteristik utama jasa bagi pembeli pertamanya.
1. Intangibility (tidak berwujud). Jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha.
Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.
2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.
3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah) Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.
4. Perishability (tidak tahan lama) Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan.
5. Lack of Ownership Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbagan san pendidikan).
C. Fator-faktor dan Kunci Sukses Pengembangan Jasa
1. Reniewing the service: mempembaharui jasa yang ditawarkan kepada konsumen
Untuk memperbaharui jasa diperlukan beberapa tahapan:
• Melakukan survey pada konsumen yang menggunakan jasa
• Detection problem: setelah survey dilakukan maka akan ditemukan sebuah masalah atau kebutuhan yang konsumen butuhkan terhadap jasa yang ditawarkan
• Computerized analyzing: analisa sebuah permasalahan sebaiknya tidak dilakukan secara manual tetapi lebih baik analisis permasalahan menggunakan system komputerisasi agar tingkat kesalahan dapat diminimalisirkan.
• Answer service: tahapan akhir sebuah jawaban dari setiap masalah yang konsumen harapkan dari produsen.
2. Localizing service point: menyediakan tempat layanan jasa yang mudah diakses oleh konsumen
Available crucial (ketersediaan produk pada titik-titik yang strategis) merupakan cara yang dilakukan pada tahapan localizing service point.
3. Leverage Contract: kesepakatan antara konsumen dan produsen
Penggunaan membership pada tahapan leverage contract dapat menarik para konsumen untuk terus menggunakan jasa yang kita tawarkan.
4. Power of Information: menggunakan kekuatan media sangatlah tepat dalam mengembangkan jasa. Penggunaan kekuatan informasi bisa melalui Koran, majalah, televisi, ataupun internet.
5. Strategic Value: penentuan nilai strategis pada konsumen.
Setelah jasa yang kita tawarkan kepada konsumen mendapat respon positif dari masyarakat, produsen dapat memperluas segmen pasar nya dengan cara menambah produk jasa yang kita tawarkan kepada konsumen.

Thursday, March 3, 2011

Gombalan jurusan kuliah

Ni buat para mahasiswa..
Pasti pernah mengalami hal-hal seperti digambarkan di bawah ini. Langsung liat aja ya....
Pasti senyum2 sendiri. ^^

check this out.....!!!!


Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan ‘CINTA HABIS’ soalnya kamu telah memborong semua cintaku.

Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New “Romance”.

Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu.

Jurusan Teknik Elektro: Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku.

Jurusan Geofisika: perlu banyak alat untuk tahu apa isi bumi, tapi tak perlu banyak alat untukmu mengetahui isi hatiku

Jurusan Kedokteran: tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku

Jurusan Teknik Lingkungan: Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku.

Jurusan Seni Rupa: Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang.

Jurusan Seni Musik: aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni

Jurusan Keperawatan: Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi.